TRANSAKSI ON LINE
Contoh perubahan proses bisnis/sosial akibat teknologi yang melunturkan nilai etika tradisional. Salah satu contohnya adalah proses jual beli, yang dilakukan dengan system online menggunakan internet. Pada teknologi modern masa kini, proses jual-beli dilakukan di mal-mal seperti carefour ataupun melalui internet dengan menggunakan jasa paypal atau melalui transfer rekening. Seperti web “kaskus” yang menawarkan berbagai jenis barang. Dan dapat bertransaksi melalui internet secara online. Antara penjual dan pembeli tidak harus bertemu, asalkan terjadi kesepakatan transakasi dapat berjalan. Pembayaran biasanya dilakukan dengan transfer uang ke penjual, begitu sebaliknya penjual mengirimkan barangnya dengan cara di kirimkan via Pos/Tiki (paketkan). Hal tersebut menyebabkan beberapa Nilai Etika Tradisional Yang Hilang, seperti :
•Antara pembeli dan penjual tidak dapat bertemu langsung, bertatap muka.
•Tidak adanya tawar menawar dalam proses jual-beli;
•Kehilangan rasa saling mengenal dan silaturahmi antar pembeli dan penjual.
Dahulu orang melakukan proses transaksi jual beli di pasar tradisional. disini terdapat seni/tradisi jual beli yaitu saling tawar menawar. Penjual dan pembeli dapat bertatap muka secara langsung. karena kemajuan teknologi, orang-orang mulai melakukan proses jual-beli di mal-mal atau bahkan melakukan jual-beli di internet seperti menggunakan paypal atau sejenisnya. Hal ini justru menghilangkan etika tradisional tawar menawar.dengan adanya mal-mal seperti carefour atau yang sejenisnya saja kita sudah kehilangan seni/tradisi tawar menawar, karena di mal-mal tersebut tidak ada barang yang bisa di tawar. apalagi dengan adanya paypal, kita jadi kehilangan etika saling silaturahmi, karena dengan adanya paypal, kita jadi tidak bisa bertemu langsung dengan si penjual. yang otomatis kita tidak bisa bertemu dengan pembelinya.
hari hari yang kita lewati kadang menyenangkan,kadang pula menyedihkan,tapi itu semua adlah sebuah proses dmana kita untuk mencapai sebuah tujuan yang mulia,hari yang cerah untuk jiwa yang sepi.jangan pernah menyia-nyiakan hidup ini,,karena ketauhuilah bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja...ada kehidupan yang lebih kekel di alam sana,,, salam untuk kita semua,,,semoga menjadi orang-orang yang beruntung...amin..
Rabu, 16 Maret 2011
Trik Memelihara Bebek
Trik Memelihara Bebek
1. Tahap pengumpulan bibit merupakan awal proses budidaya dengan kegiatan:
· Menentukan tempat pembelian atau pengadaan bibit dengan mempertimbangkan aspek jarak,
waktu tempuh, harga beli, kualitas bibit, dan jenis itik.
· Pemilihan bibit dengan berpedoman pada umur (± dua minggu sebelum menetas ), jenis,
kesehatan, ukuran dan jenis kelamin itik yang seragam, serta sesuai kebutuhan.
· Pengepakkan sesuai jumlah dan ukuran yang ada. Sebelumnya, pada masing-masing bibit telah
diteteskan larutan gula melalui mulut sebagai langkah antisipasi stres akibat pengangkutan.
· Pengangkutan dan pengiriman bibit ke kandang adaptasi.
2. Tahap adaptasi daerah
Bibit itik berada di dalam kandang yang letaknya di dekat pantai selama ± 3 minggu dengan hanya diberi makanan jadi buatan pabrik dalam bentuk kering, air minum tawar dalam jumlah yang tidak terbatas, dan penerangan secukupnya.
3. Tahap pembesaran
Pada tahap ini, itik mulai diberi ruang gerak yang cukup luas dengan memperkenalkannya pada kondisi pantai, dengan cara diumbar saat air laut surut dengan waktu terbatas, diberi pakan dalam bentuk basah pada pagi dan sore, serta air minum tawar dalam jumlah tak terbatas sampai itik mulai bertelur (± umur 4 bulan).
4. Tahap produksi
Pelaksanaan tahap ini hampir sama dengan tahap nomor tiga, hanya jam buka kandang diatur agak siang karena masih dilakukan pemungutan telur produksi harian. Sesuai kebiasaan, itik akan mengalami puncak produksi harian saat berumur 14 bulan.
5. Tahap pasca produksi
Secara umum, itik-itik pada tahap ini telah mengalami penurunan produksi dan akan mengalami rontok bulu, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan seleksi pada masing-masing itik untuk dilakukan pengafkiran.
6. Tahap peremajaan
Hasil evaluasi tahap ke lima dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peremajaan itik, sehingga kontinyuitas produksi telur persatuan waktu dari satu unit usaha dapat dicapai dan bisa ditentukan pada waktu-waktu yang akan datang.
Analisa Bisnis
Dalam budidaya itik (di) laut, terdapat dua modal yang harus ditanamkan yaitu pertama, modal investasi yang berfungsi untuk membiayai pembuatan kandang, pagar area gembala, tempat makan dan minum itik, fasilitas listrik, pompa air, serta bibit itik. Kedua, modal produksi yang berfungsi untuk membeli bahan pakan itik dan membayar tenaga kerja, yang nilainya tergantung pada seberapa banyak itik yang akan dibudidayakan. Contoh, bila ingin membudidayakan 650 ekor itik yang terdiri dari 10 ekor jantan dan 640 ekor betina, pakan yang diberikan sejak awal hingga itik-itik ini berumur tiga minggu adalah pakan jadi (buatan pabrik). Selanjutnya, mereka diberi pakan campuran antara karak (kerupuk nasi, red.) dan bekatul dalam bentuk basah, hingga akhir masa reproduksi atau ketika hewan yang masih bersaudara dengan angsa itu berumur 14 bulan.
Analisis bisnis budi daya 650 itik (di) laut dalam satu bulan
· Rata-rata jumlah telur yang dihasilkan : 370 butir/hari
· Harga rata-rata : Rp 1100,-/butir
· Hasil penjualan telur Rp 222.000,-/hari
· Pengeluaran untuk pembelian pakan sebanyak 90 kg @Rp1000,- Rp 90.000,- -
· Keuntungan kotor Rp 340.000,-/hari
1. Tahap pengumpulan bibit merupakan awal proses budidaya dengan kegiatan:
· Menentukan tempat pembelian atau pengadaan bibit dengan mempertimbangkan aspek jarak,
waktu tempuh, harga beli, kualitas bibit, dan jenis itik.
· Pemilihan bibit dengan berpedoman pada umur (± dua minggu sebelum menetas ), jenis,
kesehatan, ukuran dan jenis kelamin itik yang seragam, serta sesuai kebutuhan.
· Pengepakkan sesuai jumlah dan ukuran yang ada. Sebelumnya, pada masing-masing bibit telah
diteteskan larutan gula melalui mulut sebagai langkah antisipasi stres akibat pengangkutan.
· Pengangkutan dan pengiriman bibit ke kandang adaptasi.
2. Tahap adaptasi daerah
Bibit itik berada di dalam kandang yang letaknya di dekat pantai selama ± 3 minggu dengan hanya diberi makanan jadi buatan pabrik dalam bentuk kering, air minum tawar dalam jumlah yang tidak terbatas, dan penerangan secukupnya.
3. Tahap pembesaran
Pada tahap ini, itik mulai diberi ruang gerak yang cukup luas dengan memperkenalkannya pada kondisi pantai, dengan cara diumbar saat air laut surut dengan waktu terbatas, diberi pakan dalam bentuk basah pada pagi dan sore, serta air minum tawar dalam jumlah tak terbatas sampai itik mulai bertelur (± umur 4 bulan).
4. Tahap produksi
Pelaksanaan tahap ini hampir sama dengan tahap nomor tiga, hanya jam buka kandang diatur agak siang karena masih dilakukan pemungutan telur produksi harian. Sesuai kebiasaan, itik akan mengalami puncak produksi harian saat berumur 14 bulan.
5. Tahap pasca produksi
Secara umum, itik-itik pada tahap ini telah mengalami penurunan produksi dan akan mengalami rontok bulu, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan seleksi pada masing-masing itik untuk dilakukan pengafkiran.
6. Tahap peremajaan
Hasil evaluasi tahap ke lima dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peremajaan itik, sehingga kontinyuitas produksi telur persatuan waktu dari satu unit usaha dapat dicapai dan bisa ditentukan pada waktu-waktu yang akan datang.
Analisa Bisnis
Dalam budidaya itik (di) laut, terdapat dua modal yang harus ditanamkan yaitu pertama, modal investasi yang berfungsi untuk membiayai pembuatan kandang, pagar area gembala, tempat makan dan minum itik, fasilitas listrik, pompa air, serta bibit itik. Kedua, modal produksi yang berfungsi untuk membeli bahan pakan itik dan membayar tenaga kerja, yang nilainya tergantung pada seberapa banyak itik yang akan dibudidayakan. Contoh, bila ingin membudidayakan 650 ekor itik yang terdiri dari 10 ekor jantan dan 640 ekor betina, pakan yang diberikan sejak awal hingga itik-itik ini berumur tiga minggu adalah pakan jadi (buatan pabrik). Selanjutnya, mereka diberi pakan campuran antara karak (kerupuk nasi, red.) dan bekatul dalam bentuk basah, hingga akhir masa reproduksi atau ketika hewan yang masih bersaudara dengan angsa itu berumur 14 bulan.
Analisis bisnis budi daya 650 itik (di) laut dalam satu bulan
· Rata-rata jumlah telur yang dihasilkan : 370 butir/hari
· Harga rata-rata : Rp 1100,-/butir
· Hasil penjualan telur Rp 222.000,-/hari
· Pengeluaran untuk pembelian pakan sebanyak 90 kg @Rp1000,- Rp 90.000,- -
· Keuntungan kotor Rp 340.000,-/hari
Langganan:
Postingan (Atom)